Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Rabu, 02 Maret 2011

Waspada Serangan Hama Wereng Coklat



Wereng Coklat
Serangga wereng coklat berukuran kecil, panjang 0,1-0,4 cm. Wereng coklat bersayap panjang dan wereng punggung putih berkembang ketika makanan tidak tersedia atau terdapat dalam jumlah terbatas. Dewasa bersayap panjang dapat menyebar sampai beratus kilometer.

Wereng coklat dapat menyebabkan daun berubah kuning oranye sebelum menjadi coklat dan mati. Dalam keadaan populasi wereng tinggi dan varietas yang ditanam rentan wereng coklat dapat mengakibatkan tanaman seperti terbakar atau “hopperburn”.

Pencegahan
1.     Gunakan varietas tahan seperti Inpari 1 sampai Inpari 10, khususnya Inpari 2, Inpari 3 dan Inpari 6
2.     Pemantauan terhadap keberadaan hama wereng coklat,seminggu sekali atau paling lambat duaminggu sekali. Khusus daerah yang sudah terserang wereng coklat, pemantauan harus lebih intensif. Pengendalian dilakukan jika populasi wereng mencapai ambang ekonomi (4 ekor per rumpun fase vegetative dan 7 ekor per rumpun pada fase generatif)
3.     Bersihkan gulma dari sawah dan areal sekitarnya
4.     Untuk pencegahan awal pada pemupukan pertama disemprot dengan menggunakan pestisida nabati, khususnya yang menggandung laos.

Pengendalian
1.     Pengendalian secara mekanik dan fisik
Genangi persemaian, selama sehari, sampai hanya ujung bibit saja yang terlihat. Sapu persemaian dengan jaring untuk menghilangkan wereng (tapi tidak telurnya), terutama dari persemaian kering. Pada kepadatan wereng yang tinggi, penyapuan tidak akan dapat menghilangkan wereng dalam jumlah banyak dari
2.     Pengendalian kimiawi
Pengendalian kimia dilakukan dengan menggunakan insektisida amitraz, buprofezin, beauveria bassiana, BPMC, fipronil, imidakloprid, karbofuran, karbosulfan, metolkarb, MIPC, propoksur, atau tiametoksam. Untuk menghindari resurgensi dan resistensi, dilarang menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif sipermetrin


Wereng Coklat Membawa Penyakit Virus
Wereng coklat juga dapat menularkan penyakit virus kerdil hampa(VKH) dan virus kerdil rumput (VKR), dua penyakit yang sangat merusak. 
1.     Penyakit virus kerdil hampa(VKH)
 Gejala penyakitnya antara lain, kerdil, ada tonjolan berupa bengkakan/garis muncul pada urat-urat pembuluh pada daun padi dan pelepah daun padi, pinggiran daun seperti robek-robek, ujung daun melintir, dan bunga padi terhambat, tidak muncul sempurna dan nantinya hampa. Sampai saat ini belum ada yang menemukan varietas padi tahan atau sumber tanamna padi yang tahan virus.


2.            Penyakit virus kerdil rumput (VKR)
Gejala penyakitnya antara lain, sangat kerdil, banyak anakan, arah tumbuh tanaman tegak, daun memendek dan berubah warna dari hijau ke hijau pucat. Hanya ada saru sumber gen tahan terhadap VKR yaitu Oryza nivara (padi liar dari India).
pengelolaan penyakit virus dilakukan dengan cara
1.     Sanitasi sumber inokulum virus, baik tanaman sakit tunggul tanaman sakit atau tanaman lainnya yang menunjukkan gejala penyakit.
2.     Rekayasa ekologis, dengan menanam tanaman bunga yang berguna untuk menarik perkembangan musuh alami wereng coklat
3.     Melakukan rotasi tanaman (berbagai sumber).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar